Anak-anak Perusahaan Royal Golden Eagle Merilis Laporan Keberlanjutan 2016

 

Kepedulian terhadap lingkungan selalu menjadi perhatian serius Royal Golden Eagle (RGE). Mereka membuktikannya dengan beragam cara. Salah satunya merilis Laporan Keberlanjutan 2016 yang baru-baru ini dilakukan oleh anak-anak perusahaannya. Berdiri pada 1973 dengan nama awal Raja Garuda Mas, Royal Golden Eagle merupakan korporasi global yang berkecimpung dalam industri pemanfaatan sumber daya alam. Dengan aset mencapai 18 miliar dolar Amerika Serikat, mereka juga mempunyai karyawan hingga 60 ribu orang yang tersebar di berbagai negara.

Sebagai korporasi kelas internasional, RGE memiliki beberapa anak perusahaan. Mereka menggeluti berbagai industri berbeda mulai dari kelapa sawit, pulp and paper, pengembangan energi, selulosa spesial, hingga viscose fibre. Pendirinya adalah pengusaha Sukanto Tanoto. Sejak masih bernama Raja Garuda Mas hingga bertransformasi menjadi RGE seperti sekarang, ia selalu mengarahkan perusahaannya agar peduli terhadap kelestarian lingkungan. Hal itu bahkan dijadikannya sebagai salah satu pokok filosofi Royal Golden Eagle.

Sukanto Tanoto mewajibkan agar semua pihak di bawah bendera RGE ikut menjaga keseimbangan iklim. Arahan ini menuntut agar operasional perusahaan sehari-hari selalu memerhatikan aspek keberlanjutan. Arahan itu disambut baik oleh anak-anak perusahaan Royal Golden Eagle. Operasional sehari-hari mereka dijalankan secara bertanggung jawab kepada alam dan lingkungan. Salah satu perwujudan nyata ialah dengan merilis Laporan Keberlanjutan setiap tahun.

Secara garis besar, Laporan Keberlanjutan merupakan ringkasan tindakan dan aksi perusahaan dalam menjaga lingkungan dalam satu kurun waktu. Laporan ini dirilis kepada publik dan pemangku kepentingan sebagai bukti transparansi perusahaan dalam perlindungan alam. Pada akhir 2017, anak-anak perusahaan Royal Golden Eagle melakukannya. Mereka merilis Laporan Keberlanjutan 2016 yang memperlihatkan sejumlah langkah dalam perlindungan lingkungan yang dilakukan sepanjang tahun tersebut. Berikut ini adalah beberapa ringkasannya:

ASIAN AGRI

ASIAN AGRI


Source: Inside RGE

Asian Agri adalah salah satu anak perusahaan Royal Golden Eagle yang berkecimpung dalam industri kelapa sawit. Dengan kapasitas produksi minyak kelapa sawit mencapai satu juta ton per tahun, mereka merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Dalam operasional, Asian Agri mengelola perkebunan seluas 160 ribu hektare yang dijalankan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Dari luas itu, sekitar 60 ribu hektare di antaranya dikelola oleh para petani plasma. Akibatnya Asian Agri kini menjalin kerja sama dengan lebih dari 30 ribu petani plasma.

Keberlanjutan merupakan aspek penting di dalam operasional Asian Agri. Anak perusahaan RGE ini konsisten menerapkan langkah-langkah demi partisipasi aktif dalam menjaga keseimbangan iklim. Hal itu dibuktikan secara nyata dalam Laporan Keberlanjutan 2016. Di dalam laporan tersebut, Asian Agri memperlihatkan sejumlah langkah penting yang diambil selama tahun 2015 hingga 2016 dalam perlindungan alam. Salah satunya terkait pengelolaan perkebunan dan pemenuhan bahan bahan baku produksi.

Unit bisnis bagian dari grup yang pernah bernama Raja Garuda Mas ini menunjukkan bukti lahan yang memperoleh sertifikat keberlanjutan. Sebagai contoh, saat ini 86% dari perkebunan dan pabriknya sudah mendapat sertifikat RSPO, 90% ISPO, dan 100% ISCC. Bukan hanya itu, Asian Agri juga menunjukkan bahwa keterlacakan sumber bahan baku mereka terus meningkat. Sebagai bukti, pada 2015 keterlacakan suplai baru mencapai 76 persen. Namun, jumlah itu meningkat hingga menjadi 98 persen pada 2016.

Upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan ikut menjadi perhatian penting Asian Agri. Mereka memperlihatkan sejumlah usaha untuk melakukannya mulai dari pencanangan Program Desa Bebas Api serta aktivitas bersama Aliansi Bebas Api. Hasilnya, Program Desa Bebas Api mampu menurunkan tingkat kebakaran secara signifikan. Sebelumnya Asian Agri bekerja sama dengan sembilan desa di Provinsi Riau dan Jambi. Hasilnya adalah penurunan lahan yang terbakar hingga 50 persen selama 2016.

Penggunaan energi ramah lingkungan juga ditunjukkan oleh Asian Agri di dalam Laporan Keberlanjutan 2016. Mereka menunjukkan kemampuannya dalam mengolah limbah cair kelapa sawit menjadi sumber energi listrik biogas. Hingga 2016, Asian Agri memperlihatkan telah membangun lima pembangkit tenaga listrik biogas. Dengan itu, mereka bisa menghasilkan listrik antara 1,4 MW hingga 2,2 MW yang digunakan untuk operasional perusahaan. Lewat langkah itu pula anak perusahaan Royal Golden Eagle ini sanggup membantu masyarakat dengan menyalurkan sisa energi listriknya.

“Dengan terus meningkatkan hubungan dengan stakeholder, memperkuat kerja sama, berinvestasi dalam riset dan pengembangan, serta berkontribusi positif terhadap masyarakat di sekitar area operasi kami, kami sadar bahwa perjalanan kami menuju keberlanjutan dan keterlacakan secara penuh akan segera menjadi kenyataan,” ujar Managing Director Asian Agri Kelvin Tio.

APICAL



Source: Inside RGE

Salah satu anak perusahaan Royal Golden Eagle yang berkecimpung dalam distribusi dan ekspor produk kelapa sawit adalah Apical. Dengan basis operasional di Indonesia dan Tiongkok, mereka merupakan pemain besar di industrinya. Keberlanjutan merupakan aspek penting bagi Apical. Oleh sebab itu, unit bisnis bagian RGE ini merilis Laporan Keberlanjutan yang pertama. Hal itu dilakukannya pada 2017 untuk menjabarkan sejumlah langkah dalam menjaga keseimbangan iklim.

Ada beberapa aspek yang ditonjolkan oleh Apical dalam Laporan Keberlanjutan 2016. Sebagai distributor, pertama kali mereka menyoroti aspek keterlacakan suplai bahan bakunya. Dalam segi tersebut, mereka memperlihatkan kemampuan untuk menjaga persentase keterlacakannya hingga 100 persen. Selain itu, Apical memperlihatkan pula upaya serius untuk menjalin hubungan lebih baik dengan para stakeholder. Hal itu ditandai dengan tindakan memperkuat hubungan dengan 21 penyuplai prioritas di Sumatra dan Kalimantan selama 2016.

Bukan hanya itu, Apical juga mengadakan workshop di Medan, Pekanbaru, dan Jakarta untuk mempromosikan industri kelapa sawit berkelanjutan. Beragam langkah itu ditambah dialog secara konsisten dengan lembaga masyarakat maupun para pemangku kepentingan lain tentang perkembangan perusahaan. “Keberlanjutan merupakan komitmen jangka panjang Apical,” kata Presiden Apical Group, Dato Yeo How. “Laporan ini memperlihatkan komitmen kami dan tekad kami untuk menjalankan transparansi dalam perfoma proses keberlanjutan kami dan pencapaiannya. Tantangan masih kami hadapi dan kami sedang berupaya melewatinya.”

SATERI



Source: Inside RGE

Dalam industri viscose fibre, Royal Golden Eagle memiliki Sateri sebagai anak perusahaannya. Berbasis di Tiongkok, mereka merupakan salah satu produsen besar dengan kapasitas produksi mencapai 550 ribu ton per tahun. Pada 2025 nanti, unit bisnis bagian RGE ini menargetkan akan menjadi produsen terbesar di dunia dengan kapasitas produksi hingga 3 juta ton per tahun. Namun, meski memiliki target tinggi, keberlanjutan tetap menjadi perhatian Sateri.

Sateri merilis Laporan Keberlanjutan yang pertama pada tahun 2016. Dalam pembuatan, Sateri mengacu kepada standar yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiative. Hal ini menjadi jaminan bahwa laporan yang diberikan dapat dipertanggung jawabkan hingga level internasional. Laporan Keberlanjutan 2016 Sateri memuat beragam aspek seperti keberhasilannya dalam meraih sejumlah sertifikasi. Saat ini, Sateri tercatat sudah memperoleh sertifikat PEFC, ISO 9001 dalam kualitas sistem manajemen dan ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan.

CEO Sateri Tey Wei Lin menyatakan laporan ini merupakan upaya dari pihaknya untuk lebih memahami tren keberlanjutan yang terjadi. Ia mengakui masih ada banyak tantangan yang dihadapi, namun hal itu dipandangnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri dan belajar menjadi lebih baik. Inilah beberapa poin penting dalam Laporan Keberlanjutan 2016 yang dirilis sejumlah anak perusahaan Royal Golden Eagle. Hal ini menandakan bahwa sejak berdiri dengan nama Raja Garuda Mas hingga kini, RGE konsisten peduli terhadap kelestarian alam.
Anak-anak Perusahaan Royal Golden Eagle Merilis Laporan Keberlanjutan 2016 4.5 5 roni setiawan Kepedulian terhadap lingkungan selalu menjadi perhatian serius Royal Golden Eagle (RGE). Mereka membuktikannya dengan beragam cara. Salah sa...


No comments:

Post a Comment

Copyright © Informasi Kita.